penyakit TOKSOPLASMA serta pengobatan penyakit tokso ini


.

“Banyak kalangan masih salah kaprah, mengira toksoplasma hanya bisa ditularkan oleh kucing. Padahal semua binatang dan manusia punya potensi penularan yang sama,” kata dr. Hendro lagi. Lantas bagaimana metode penularannya? Secara umum, lanjut dia, toksoplasma dapat ditularkan melalui tiga cara yaitu tertelan, melalui kotoran dan cairan tubuh seperti air liur, sperma, transfusi darah serta donor organ.
Parasit tokso, mampu bertahan hidup dengan menempel pada berbagai organ dan jaringan makhluk hidup. Ia hidup nyaman dan berkembang biak dalam sel darah putih, jaringan parenkim dan sel endotel. Saat manusia menyantap daging hewan terinfeksi toksoplasma dalam keadaan setengah matang, parasit yang bertahan dalam bentuk kista ini bakal ikut tertelan dan berkembang biak.
Selain hidup menempel pada jaringan-jaringan tubuh, toksoplasma juga berkembang biak secara sempurna dalam saluran cerna binatang. Telur (oosit) toksoplasma lantas ikut terbuang melalui kotoran. “Oosit yang hidup di kotoran dan tanah yang lembab mampu bertahan hidup hingga satu tahun. Sambil menunggu induk semang baru,” lanjut dia.
Untungnya, sebagian besar manusia memiliki kekebalan tubuh relatif tinggi. Akibatnya, sekitar 80% hingga 90% pasien yang terinfeksi toksoplasma tak merasakan gejala yang berarti. Gejalanya, kata Hendro, tak jauh beda dengan gejala flu ringan, misalnya badan terasa agak demam, sakit kepala, lemas hingga gangguan kulit dan bengkak pada kelenjar getah bening.
Namun lain halnya apabila toksoplasma menginfeksi pasien dengan daya tahan tubuh rendah seperti penderita TBC, HIV/AIDS atau bayi. Pada kasus ini, gejala yang timbul biasanya lebih berat. Kalau parasit menginfeksi bagian mata, pasien bisa mengalami gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur, kerusakan retina sampai kebutaan.
Sementara itu, kalau infeksi terjadi pada jantung dapat mengakibatkan kerusakan katup jantung. Infeksi pada jaringan syaraf dan otak menimbulkan berbagai gejala yaitu sakit kepala, rasa baal (mati rasa) sebagian anggota tubuh hingga menimbulkan kejang-kejang yang berujung pada kematian. “Namun kasus fatal akibat toksoplasma jumlahnya kecil sekali!”
Namun justru kedatangannya yang tak disertai gejala berarti inilah yang membuat Anda perlu lebih waspada terhadap parasit toksoplasma. Pasalnya, tanpa penanganan medis, toksoplasma dapat bertahan hidup hingga seumur hidup Anda.
“Pada tubuh dengan daya tahan tinggi, toksoplasma mungkin tidak akan menimbulkan gejala. Ia hanya membentuk diri menjadi kista, menempel pada jaringan tubuh, dan siap menginfeksi bila yang bersangkutan kembali terpapar toksoplasma dalam jumlah besar,” pungkas dia.
TOKSO TERJANGKIT PULA PADA PRIA
Selama ini toksoplasmosis dianggap hanya diderita oleh wanita dan sangat berbahaya bagi wanita hamil. Padahal, siapa saja bisa terkena dan terjangkit penyakit ini.


Bagaimana menghindarinya?


Saat Heri (30) sedang mengendarai mobilnya menuju ke kantor, tiba-tiba saja penglihatannya sebelah kanan kabur. Tiap kali dia melihat benda yang berada di sebelah kanan, benda tersebut menjadi berbayang dan kabur. Padahal sebelumnya dia tak merasakan gejala yang aneh pada sebelah matanya itu. Heri bingung dan panik. Mungkinkah diusia yang masih muda itu ida sudah terkena katarak atau penyakit kekurangan viatamin A?


Setelah Heri memeriksakan matanya, barulah diketahui kalau retina mata sebelah kanannya rusak karena terinfeksi virus toksoplasma, bukan akibat kekurangan vitamin A atau benda asing yang masuk ke mata.


Kepastian infeksi tersebut diperkuat dengan hasil tes darah yang menunjuk, dia pernah kena toksoplasmosis yang menyerang retina mata. Apalagi selama ini Heri gemar menyantap daging panggang setengah matang. Walau dia tahu risiko terkena toksoplasma, namun Heri tak bisa menghentikan kebiasaannya menyantap makanan favoritnya itu hingga akhirnya dia benar-benar terkena toksoplasma.


Dokter Indra G. Mansur DHES, Sp.And dari bagian Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa bersel tunggal ini disebut toxoplasma gondii.


”Namun parahnya, penyakit ini sering menyerang manusia tanpa didahului gejala yang khas. Walhasil, banyak orang baru mengetahui ketika kondisinya telah lemah. Selain mata, penyakit yang disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) yang bersifat parasit ini, bisa menyerang organ tubuh mana pun, seperti otak, katup jantung, dan otot,” paparnya.


Sangat mudah menular
Penyakit toksoplasma ini memang sangat mudah menular, apalagi virus toksoplasma mempunyai siklus hidup pada binatang dan manusia yang kerap berdekatan dengan binatang. Tak heran, jika selama ini penyakit toksoplasmosis sering dijumpai pada orang–orang yang mempunyai kebiasaan memelihara binatang, kucing misalnya.
Kucing yang gemar memangsa tikus ini dapat terinfeksi melalui tikus yang dilahapnya. Bila terinfeksi, maka tinja kucing bisa mengandung oosist (salah satu bentuk toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi, red). Di usus kucing inilah parasit ini berkembang biak. Telurnya keluar bersama  tinja dan sekali keluar bisa jutaan.
Telur toksoplasma mampu bertahan hidup setahun di tanah lembab dan panas. Jika telur tertelan manusia, di organ tubuh manusia telur membiak lalu masuk ke jaringan otak, jantung dan otot. Di sana telur akan berkembang menjadi kista.
Toksoplasma tidak hanya menginfeksi kucing tetapi juga kelinci, anjing, babi, burung, kambing dan mamalia lainnya. Bedanya, kista toksoplasma dalam daging manusia bukan sumber penularan. Sedangkan kista di daging mamalia dan burung biasanya di mangsa anjing atau kucing. Hewan ternak dan hewan pengerat tertular toksoplasma dari rumput yang tercemar tinja kucing.
Manusia yang tergolong pemakan segala (omnivora), termasuk daging kambing, kelinci, babi dan ternak lainnya sangat riskan tertular toksoplasma. Pasalnya pada daging yang dimakan tersebut tersimpan kista toksoplasmosis, apalagi daging yang terkena toksoplasmosis dimasak setengah atau sepertiga matang, bahkan dimakan mentah.
Namun bila daging tersebut dimasak matang, kemungkinan terkena toksoplasma sangat kecil. Kista toksoplasmosis di dalam daging baru mati dan tidak menulari kalau sudah dipanaskan lebih dari 66 derajat Celcius, atau sudah diasap,” jelas dr. Indra yang juga ketua Persatuan Androlog Indonesia (PADI).
Tak hanya menyantap atau yang bersentuhan dengan daging saja yang terinfeksi toksoplasma, kemudian menularkannya. Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah yang tercemar toksoplasma.
Begitu juga kalau menerima cangkok organ dan organnya membawa kista toksoplasmosis. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi ajang penularan toksoplasmosis.
Di dalam organ tubuh manusia, kista toksoplasmosis umumnya tidak bermasalah. Orang sehat yang terkena infeksi toksoplasma, biasanya tidak mengalami keluhan atau gejala yang berarti. Bahkan pengidap kista pun nyaris tidak mempunyai keluhan. Namun kista di jaringan dapat merusak organ.
Kondisi ini dipengaruhi oleh umur orang tersebut sewaktu terkena, seberapa ganas parasitnya, berapa besar jumlah parasit yang masuk ke tubuh, dan organ mana yang diserang. Kista dalam jaringan menetap seumur hidup.
Penderita toksoplasma terbagi dua, simptomatis (menunjukkan gejala klinis) dan asimptomatis (tanpa gejala). Keluhan yang muncul berupa pembesaran kelenjar getah bening di beberapa bagian tubuh, rasa lelah, nyeri kepala dan kadang-kadang demam. Namun ini semua bukanlah gejala yang khas,” ungkap dr. Indra.
Penderita yang tergolong simptomatis sangat kecil atau kurang lebih hanya berjumlah lima persen. Kalaupun ada gejala-gejala seperti itu akan hilang dengan sendirinya, asalkan sistem kekebalan tubuh harus berada pada tingkat yang optimal.
Sedangkan kelompok asimptomatis tampak sehat. Golongan ini terlihat baik-baik saja. Baru diketahui ketika mulai ada keluhan, seperti sulitnya untuk mempunyai anak. Padahal sudah menikan bertahun-tahun. Sayangnya, meski awalnya gejala itu ringan, namun pada akhirnya bukan tak mungkin gejala berubah menjadi serius bahkan fatal pada tubuh manusia.

Bisa menyerang spermatogenesis
Dr. Indra mengakui kalau sebagian besar masyarakat mengetahui tentang toksoplasma adalah hanya menyerang kaum hawa, dan momok yang menakutkannya adalah dapat menyebabkan kemandulan maupun bayi lahir cacat.
Padahal ternyata tak hanya kaum wanita, kaum pria pun dapat terkena penyakit ini. Efek yang dihasilkannya pun kurang lebih sama dengan apa yang dialami oleh kaum wanita.
Ironisnya, kaum Adam ini sering tak menyadari terinfeksi toksoplasma. Soalnya dengan daya tahan fisik yang lebih kuat dibanding wanita, pria sering acuh tak acuh dengan gejala yang muncul, karena biasanya hilang dengan sendirinya. Sebab sekalipun ada keluhan, pada penderita penyakti ini sering  disangka TB (tuberkulosis) atau gejala penyakit influensa.
Penyakit yang disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) yang bersifat parasit ini, bisa menyerang organ tubuh mana pun, termasuk organ reproduksi. Kemandulan menjadi dampak yang paling menakutkan, karena parasitisme menyerang spermatogenesis. Dan ini berpengaruh terhadap produksi sperma. Ciri-ciri yang paling bisa terlihat pada pria pengidap toksoplasmosis, spermanya cenderung jauh lebih kental dibandingkan pria sehat pada umumnya.
”Pada kasus yang lebih berat (disebut cerebral toxoplasmosis) akan terjadi sakit kepala yang berat, kejang otot, kelebihan cairan di otak (encephalitis), mati rasa pada salah satu sisi badan, perubahan kepribadian dan mood, serta gangguan penglihatan,” ungkapnya.
Obat membantu perangi toksoplasma
Karena hampir tak menimbulkan gejala yang khas itulah, seringkali membuat seseorang tak tahu jika dirinya terinfeksi virus tersebut. Padahal kita dapat mengetahui apakah kita terinfeksi virus toksoplasma atau tidak dengan melakukan tes darah, yaitu tes antibodi toksoplasma atau sering disebut tes TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegallovirus, herpes).
Jika hasil tes tersebut dinyatakan terinfeksi tokso, kata dr. Indra, hal ini belum berarti kita menderita penyakit toksoplasmosis. Hal itu menunjukkan tubuh pria tersebut telah terproduksi antibodi toksoplasma. Namun, terinfeksi toksoplasma tersebut berarti penyakitnya akan berkembang di kemudian hari.
Oleh karena itu, bagi pria yang mempunyai penyakit-penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS atau jantung, sebaiknya menjalani tes antibodi tokso untuk mengetahui risiko berkembangnya penyakit ini pada dirinya. Selain itu, pe meriksaan ini juga untuk menentukan pengobatan apa yang sesuai dengan dirinya.
Katub jantung bocor akibat virus toksoplasma, dr. Indra mencontohkan, pria tersebut selain harus melakukan pengobatan infeksi toksoplasma pada jantungnya. Dia juga harus melakukan beberapa tindakan medis untik memulihkan kekuatan katup jantungnya.
”Dikarenakan toksoplasma dapat menyerang bagian organ tubuh manapun, maka pengobatannya dilakukan dengan menyembuhkan dan memulihkan infeksi pada organ tubuh tersebut. Namun umumnya obat-obatan bisa membantu memerangi toksoplasma dengan dua cara. Pertama dengan menjaga sistem kekebalan, agar Anda menjadi lebih kuat. Dan yang kedua dengan obat-obatan tertentu bisa membantu pertahan tubuh melawan penyakit dalam waktu yang lama,” jelasnya.
Sayangnya, pemberian obat-obatan dapat mengakibatkan reaksi alergi serius jika kita tidak cocok. Pada beberapa orang, hal tersebut  dapat mengakibatkan gangguan perut dan kurang darah.

Hindari sumber penyebab toksoplasma
Kendati pria rawan pula terinfeksi toksoplasma, bukan berarti toksoplasma tak dapat dicegah. Selain menjaga kebersihan tangan, makanan, dan binatang peliharaan, tokso dapat dicegah dengan obat-obatan.
Oleh karena itu, dr. Indra menyarankan untuk menghindari kesulitan akibat toksopolasma sebaiknya pria melakukan tes TORCH (Toksoplasma, tubella, cytomegallovirus, herspes). ”Ini untuk mengetahui ada-tidaknya penyakit ini sejak dini dan mempermudah penyembuhan,” imbuhnya.
Kaum pria juga sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Setidaknya dengan melakukan tes darah dapat menunjukkan jika Anda pernah terinfeksi oleh kuman tokso tersebut. Selainitu ceritakan pula pada dokter jika Anda melihat gejala-gejala tokso pada diri Anda. Dengan mewaspadai tanda–tanda itu dapat membuat dokter bersiaga menjaga kemungkinan Anda mengalami tokso. Semakin cepat Anda mendapat perawatan, akan lebih baik.
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah menjaga sistem kekebalan dengan memakan makanan yang  sehat, cukup istirahat dan olah raga, dan jauhi alkohol, rokok, serta obat bius. Tak hanya itu, hindari sumber-sumber yang sering menyebabkan tokso.
Jika Anda belum pernah terinfeksi virus toksoplasma, Anda tetap harus berhati-hati dan menghindarinya. Dua sumber utama yang menyebabkan tokso adalah kotoran kucing dan daging yang kurang matang atau mentah.  (Agung Pramudyo).



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  1. NanoTorch Khusus Mengobati Penyakit TORCH.
    Berkhasiat untuk membantu menyehatkan rahim dari segala macam penyakit gagal rahim dan penyakit TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus II). Komposisi : Phalariae Fructus, Zedoariae Rhizoma, Morindae Citrifolia, Andrographidis Herba, dll. Harga Rp. 270.000,- (35 kapsul). Jl. Hankam 62 Ragunan JakSel. Pemesanan hubungi : Telp. 021 - 710 85 910 / 0856 910 910 09 (PIN BB : 266B8265). http://faneliaherbs1.wordpress.com ; faneliaherbs@yahoo.com

Poskan Komentar